1.
Membeli tunai
=› Di beli tunai
sebuah kendaraan, seharga Rp. 20.000.000,- biaya balik nama,
asuransi,
dan lain-lain Rp. 2.100.000,-
Jurnalnya:
Kendaraan
Rp.
22.100.000,-
Kas
Rp.
22.100.000,-
2. Membeli secara
kredit atau angsuran
=› Di beli sebuah
mesin dengan 50 kali angsuran bulanan @ Rp. 550.000,- harga tunai mesin
tersebut Rp. 20.000.000,-
Jurnalnya:
Mesin Rp.
20.000.000,-
Bunga
yang ditangguhkan Rp.
7.500.000,-
Utang
angsuran Rp.
27.500.000,-
*Penjelasan:
Aktiva
yang dibeli secara kredit atau angsuran jangka panjang, harus di
catat sebesar harga tunainya (biasanya di kolom debet). Selisih
antara harga tunai dengan jumlah seluruh angsuran di catat sebagai bunga
(biasanya di kolom debet juga, sebagai penyeimbang aktiva dan hutang), dan
dialokasikan secara praporsional sebagai beban bunga periode-periode selama
kontrak pembelian.
Itu
tadi kan baru jurnal untuk mencatat aktivanya, sekarang jurnal untuk mencatat
angsurannya, jurnalnya sebagai berikut:
Utang
angsuran Rp.
550.000,-
Beban
bunga Rp.
150.000,-
Bunga yang ditangguhkan Rp.
150.000,-
Kas Rp.
550.000,-



0 komentar:
Posting Komentar